Suka Duka Tinggal Dilingkungan Perkebunan Kelapa sawit
Suka Duka Tinggal Dilingkungan Perkebunan Kelapa Sawit
Pemandangan kota Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah
Provinsi Kalimantan Tengah tidak hanya terkenal dengan beragam budaya dan kesenian daerahnya, akan tetapi juga banyaknya perusahaan kelapa sawit.
Dalam hal ini penulis tidak ingin membahas berapa jumlah perusahaan perkebunan tersebut melainkan lebih kepada kehidupan para karyawan atau pekerja yang tinggal dilingkungan perkebunan.
Hal ini juga yang dialami oleh penulis, karena domisili dan juga pekerjaan suami harus rela berpisah jauh dengan kedua orangtua demi menetap ditempat kelahiran sang suami dan bermukim dilingkungan perkebunan. Oleh sebab itu penulis tahu betul bagaimana rasanya menjalankan kehidupan dilingkungan perkebunan.
Suasana perumahan di sore hari.
Mari kita bahas dukanya dulu ya sahabat, sebut saja tempat bermukim penulis di PT.*** tepatnya afdeling ***** (maaf harus disensor 😁) demi kepentingan bersama.
Pemandangan perumahan di sore hari.
Yang dirasakan penulis selama tinggal dilingkungan perkebunan adalah sebagai berikut :
1. Minimnya pasokan air bersih, bahkan untuk memasak biasanya penulis mengandalkan tampungan air hujan yang dibuat di rumah. Meski air sumur juga ada tapi rasanya sedikit berbeda.
2. Jauhnya jarak tempuh dari lingkungan perkebunan menuju ke kota, hal ini tentu wajar karena tidak mungkin sebuah perkebunan berada ditengah kota😁.
3. Masalah signal yang sering kali hilang timbul, tentunya hal ini paling menyulitkan penulis dalam menulis ataupun menyelesaikan tulisan blognya😁.
4. Pasokan listrik yang minim, tapi hal ini tidak begitu dirasakan penulis karena kebetulan tinggal di afdeling yang listrik menyala 24 jam.
Nah sekarang mari kita bahas sukanya, yang membuat penulis betah tinggal dilingkungan afdeling adalah sebagai berikut :
1. Lebih dekat dengan alam.
2. Mengenal lebih banyak orang dengan berbagai macam karakter dari berbagai daerah.
3. Banyaknya kegiatan yang memacu kreativitas penulis dan menambah ilmu pengetahuan.
4. Jiwa sosialisme meningkat sehingga hidup menjadi lebih berwarna dan berarti.
Nah sahabat begitulah yang dirasakan penulis selama bermukim dilingkungan perkebunan, semoga bisa menambah wawasan kalian.
Komentar
Posting Komentar